Kemensos dan Dinsos Tuban Tak Serius Tangani Program UEP

Imanul Istofiana.

TUBAN (jurnalberita.com) – Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Kabupaten Tuban tidak serius melakukan Bimbingan Teknik (Bimtek) dalam program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang diberikan kepada korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Hal tersebut disampaikan Ketua Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban, Nunuk Fauziah, usai melakukan pendampingan terhadap korban KDRT, Rabu (11/7/12).

Pasalnya, program UEP dari Kemensos untuk koban KDRT, yang diditribusikan langsung ke daerah-daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten itu malah menimbulkan masalah baru.

Hal itu terbukti dengan apa yang dialami Punanti (40), korban KDRT warga Dusun Tlogo, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Gara-gara belum mendapatkan bantuan UEP tersebut, Punanti yang sudah tercatat mendapatkan bantuan UEP itu malah dihajar suaminya sendiri, dikira Punanti membohongi suaminya saat meminta dana tersebut.

Dana UEP untuk melakukan bimbingan teknik dalam membuka usaha ekonomi para korban KDRT dari Kemensos yang seharusnya diterima para korban KDRT pada tanggal 25 Juni lalu, sampai sekarang tak kunjung terealisasi.

Ditempat yang sama, Imanul Istofiana, satu-satunya pendamping dari program Kemensos pusat yang ada di Kabupaten Tuban ini juga mengeluhkan kinerja Kemensos dan Dinas Sosial Kabupaten yang tidak serius dalam menjalankan program.

“Saya sangat menyayangkan program Kemensos ini. Mereka seolah-olah tidak serius dalam memberikan bantuan UEP kepada para korban KDRT, sedangkan saya yang hanya sebagai pelaku setiap hari harus menerima pertanyaan dari para korban KDRT tentang kapan dana UEP itu terealisasi,” keluh Imanul.

Setelah dana UEP yang dijanjikan tidak terealisasi tersebut,  Imanul langsung menghubungi Dinas Sosial Provinsi. Saat dihubungi Dinas Sosial Provinsi mengatakan kalau pihaknya sudah mengirim surat kepada Dinas Sosial Kabupaten untuk menjalankan bimbingan teknik melalui program UEP tersebut.

Saat melakukan konfirmasi kepada Dinas Sosial Kabupaten, pihaknya mengatakan kalau belum mendapatkan surat rekomendasi dari Dinas Provinsi untuk menyediakan tempat bimbingan teknik bagi para korban KDRT yang melalui dana UEP tersebut.

“Saya sudah konfirmasi ke Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten, tapi dua-duanya malah saling lempar tanggungjawab,” terang Imanul.

Tak hanya itu, Imanul yang sudah melakukan pendampingan kepada 30 klien yang tersebar di 20 Kecamatan di Kabupaten Tuban selama 3 bulan (bulan Mei hingga Juli) itu, juga belum mendapatkan gaji sepeser pun, bahkan keselamatan jiwanya saat melakukan pendampingan pun tidak terjamin.

Imanul berharap, kalau memang Kemensos serius dalam melaksanakan program ini. Agar secepatnya direalisasikan, supaya tidak bertambah lagi korban KDRT. (jbc18/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site