Tanggul dan Polder Solusi Tanjung Emas Bebas Rob

Tanggul dari karung yang sementara digunakan untuk menghambat air laut agar tidak menggenangi jalan di wilayah pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan General Manager PT Pelindo III cabang Tanjung Emas Semarang, Tri Suhardi. (foto : jbc2)

 SEMARANG (jurnalberita.com) – Tak hanya berpikir menjual jasa kepada para pengusaha dan pemilik barang agar melakukan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas guna mendongkrak pendapatan. Namun, banjir Rob yang selalu menggenangi wilayah pelabuhan juga menjadi salah satu yang harus pula dipikirkan secara cepat dan tepat.

“Ya. Memang hal itu mau tidak mau harus berjalan bersamaan. Selain berfikir soal hinterland, Rob juga menjadi hal yang juga harus dipikirkan. Tiap tahun, tanah di pelabuhan ambles hingga 6 cm. Namun, kami memiliki cara mengatasinya yang kita harapkan akan mampu mengatasi banjir Rob pada tahun 2013 mendatang,” ujar General Manager PT Pelindo III cabang Tanjung Emas Semarang, Tri Suhardi.

Menurutnya, dua itu adalah mengunakan sistem Polder serta membangun tanggul di sekeliling wilayah pelabuhan. “ Jadi nanti kalau pembangunan sudah selesai, seluruh wilayah pelabuhan akan dikelilingi tanggul. Anggarannya sekitar Rp. 180 miliar,” ungkapnya dihadapan wartawan.

Dikatannya pula, program bebas dari Rob harus segera direalisasikan karena pada musim kemarau seperti sekarang rob bisa terjadi dua kali dalam sehari. “Kami yakin dengan berbagai upaya yang dilakukan, tahun 2013 kapal akan kembali ke Terminal Pelabuhan Dalam,” lanjutnya.

Yang jelas, tambah Tri Suhardi, targetnya  adalah jalan di kawasan pelabuhan Tanjung Emas harus kering alias tidak digenangi air laut akibat banjir Rob. (jbc2)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site