Mendorong Produktivitas Sentra Kripik Tempe Ngawi

pengrajin kripik tempe

Ibas dan Anas menyempatkan mengunjungi sentra pengrajin kripik Ngawi saat safari ramadhan Jawa-Madura Partai Demokrat.

Ngawi (Jurnalberita.com) – Selain diposisikan sebagai pelengkap makanan utama, tempe juga dikenal sebagai jajanan tradisional yang lezat dan sehat. Biasanya tempe diolah untuk dijadikan lauk pada makanan. Tapi ada juga beberapa orang yang menjadikannya sebagai keripik. Camilan ini banyak dijumpai di beberapa kota yang ada di Jawa Timur. Seperti halnya di Ngawi.

“Saya melihat kualitas olahan kripik tempe asal Kabupaten Ngawi yang sudah dikenal sampai ke sejumlah wilayah. Tentunya, potensi ini harus ditingkatkan dengan memperluas jaringan pemasaran produk kripik tempe Ngawi. Saya mendukung pemerintah daerah untuk merangkul mulai dari petani kedelai dan produsen tempe dan kripik tempe untuk bersama-sama mengoptimalkan produktivitasnya,” jelas Anggota DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono di sentra kripik tempe di Dusun Sadang, Desa Karang Tengah Prandon Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Menurut Ibas, kualitas kripik tempe hasil produksi Ngawi sudah dikenal luas ke daerah- daerah lain.

Ditambahkan Ibas, harus dapat disinergikan agar manfaat pengembangannya dapat dirasakan khususnya untuk meningkatkan perekonomian di tingkat lokal karena menjadi mata pencaharian masyarakat.

Ibas juga menyinggung potensi Ngawi sebagai penyangga produksi kedelai di Jawa Timur. “Lebih luasnya, Ngawi harus menjadi salah satu wilayah pembuka peluang swasembada kedelai dan menjadi daerah percontohan untuk wilayah lain. Potensi dan peluang itu ada. Untuk itu kita mendorong agar petani di Ngawi bisa melihat potensi ini dan benar-benar memanfaatkannya dengan baik,” terang politisi Demokrat ini.

Ibas mengapresiasi penerapan strategi perluasan areal tanam komoditas kedelai melalui kerja sama dengan Dinas Kehutanan dan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) yang telah berlangsung di Kabupaten Ngawi. “Dengan memanfaatkan lahan kehutanan untuk di tanami kedelai saya rasa program ini akan mendorong peningkatan produksi kedelai. Tentunya, terbuka pintu lebar-lebar khususnya dengan pemerintah daerah Ngawi untuk bersama-sama kita sinergikan program-program pemerintah pusat untuk kemudian diimplementasikan di Kabupaten Ngawi,” tandasnya.

Terkait gejolak kenaikan harga kedelai dewasa ini, Ibas melihat sejumlah faktor yang menjadi penyebab, salah satunya karena faktor cuaca yang menyebabkan penurunan produksi kedelai di dunia. “Kenaikan harga kedelai memang menarik perhatian kita semua karena kedelai merupakan bahan dasar produk-produk makanan yang menjadi selera sebagian besar masyarakat Indonesia seperti tempe. Termasuk saya, tempe juga menjadi makanan favorit saya. Selain tingginya permintaan menjelang lebaran, ada faktor lain juga seperti yang menyebabkan harga kedelai melonjak naik. Produksi kedelai di tingkat global juga mengalami penurunan akibat anomali cuaca,” tukasnya.

Namun demikian, Ibas justru melihat peluang komoditas ini bisa menjadi primadona penopang perekonomian petani kedelai. Hanya saja, Ibas mengingatkan, keseriusan petani, pemerintah daerah dan pusat harus diselaraskan dengan program yang pro petani. “Terlepas dari itu semua, Saya optimis kita bisa memanfaatkan ini menjadi peluang yang baik untuk mensejahterakan petani Indonesia. Kalau kita dukung dengan berbagai kebijakan yang pro petani, tentu petani akan kembali menggarap lahan pertaniannya untuk tanaman kedelai,” terangnya optimis.

Ibas pun mendorong agar regulasi aturan yang pro petani serta inovasi-inovasi di bidang pertanian terus dikembangkan untuk membantu kaum petani semain produktif “Saya juga mendukung upaya pemerintah untuk menyokong lewat regulasi dan aturan yang pro petani. Pemerintah saat ini berkosentrasi untuk penyiapan lahan pertanian yang kini semakin merosot. Departemen Pertanian juga terus mendorong munculnya varian-varian kedelai baru yang semakin berkualitas dan tahan dengan cuaca ekstrim. Ini semua merupakan rangkaian upaya kita bersama menuju swasembada kedelai,” tutup Ibas.(jbc15)

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site