Mertua Dihajar Menantu Hingga Tewas

\"\"

TUBAN (jurnalberita.com) – Nahas menimpa Srinadi (70), warga Dusun Widengan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Pria renta tersebut tewas setelah dianiaya Subandi (45), yang tak lain adalah menantunya, Rabu (1/8/12).

Informasi yang didapat, penganiayaan itu terjadi saat istri dan anak Srinadi berangkat ke Musholla menunaikan Shalat Tarawih. Sebelum tewas, korban Srinadi yang ditemani Ulfa (15), anak terakhirnya itu, terlibat cekcok dengan Subandi, yang saat itu juga sedang berada dirumah korban.

Saat adu mulut didepan rumah, Subandi langsung menghajar mertuanya itu dengan tangan kosong. Lantaran sudah tua, korban tak mampu melakukan perlawanan. Korban langsung terkapar dan mengalami luka serius.

Ulfa  yang  mengetahui kejadian itu langsung berteriak meminta tolong kepada tetangganya. Beberapa orang yang mendengar teriakan Ulfa, langsung berdatangan jke rumah Srinadi. Melihat Srinadi yang sudah terkapar tak berdaya, mereka membawa korban ke rumah sakit. Namun, sesaat setelah tiba di rumah sakit, korban menghembuskan nafas terakhir.

Juki (50), anak pertama korban Srinadi menjeskan, ayahnnya merasa tidak nyaman dan takut tinggal dirumahnya setelah Subandi bersama anaknya kembali dan tinggal seatap dengannya. Hal itu disebabkan karena beberapa tahun silam, dirinya pernah menderita luka bacok akibat ulah menantunya itu.

“Bapak memang penah mengaku kepada saya, kalau sudah tidak tenang tinggal di rumah setelah Subandi kembali. Selain takut dan tidak nyaman, bapak juga sering diancam Subandi,” terang Juki, saat di pemakaman.

Saat ini, Subandi serta sejumlah barang bukti  telah diamankan petugas kepolisian di Mapolsek Semanding  untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui secara pasti motif penganiayaan tersebut.

\”Akibat dari perbuatannya, pelaku kita jerat dengan pasal 351 ayat (2) tetang penganiayaan yang mengakibatkan korban jiwa, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” terang AKP Mardiyah, Kapolsek Semanding, Kabupaten Tuban. (jbc18/jbc2).

Tags: , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

2 Responses

  1. ini bukan …anak menantu melainkan anak hantu hukum aja semur hidup

  2. mengapa undang undang begitu lemah ?sudah jelas membunuh kok hanya 7 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*