Operasi Pasar Disperindag Sepi Pembeli

\"tuban\"

Tuban (jurnalberita.com) – Operasi pasar minyak goreng yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, melalui program pengendali harga subsidi biaya angkot di pasar baru Tuban Jalan Gajah Mada sepi pembeli. Minimnya pembeli ini diduga akibat harga di pasaran dengan harga di operasi pasar tersebut hanya selisih sedikit.

Petugas operasi  pasar, Puji Edi, mengakui sepinya pembeli operasi pasar minyak goreng ini dikarenakan harga dipasaran secara umum dengan harga di oprasi pasar ini tidak terlalu banyak selisih harganya.

“Operasi pasar belum menjadi pilihan warga, karena harganya masih cukup mahal. Sehingga program ini belum menjadi pilihan warga satu-satunya,” ujar Puji Edi. Sabtu (11/08/2012).

Edi juga menyampaikan, harga minyak goreng dalam operasi pasar tersebut seharga Rp 8.500 per kemasan atau 800 gram, sementara harga minyak goreng di pasaran pada umum harganya  Rp 10.000 perkemasannya.

“Karena selisihnya hanya Rp. 1500 saja, makanya tidak terlalu banyak warga yang beli di oprasi pasar. Ini saja sejak dari pagi baru laku sekitar 30 botol,” terang Edi.

Selain minyak goreng, operasi pasar ini juga menyediakan beras dan gula. Sementara operasi pasar ini sendiri sudah dimulai sejak pertengahan bulan ramadhan lalu hingga H-3 lebaran mendatang, yang dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. (jbc18/jbc15).

Tags: , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Seharusnya pihak Indakop jangan mengambil ke untungan dari sembako yg di jual ke masyarakat biar harga nya bisa lebih murah lagi dari harga pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*