Pelaksana Ceroboh, Proyek Jembatan Makan Korban

Jembatan yang dibongkar dan memakan korban. Nampak terlihat tidak ada rambu dan lampu penerangan  disekitar lokasi proyek jembatan. (jbc18)

TUBAN (jurnalberita.com) – Perbaikan jembatan yang menghubungkan Desa Cepokorejo dan Desa Ketambul, Kecamatan Palang, yang dilaksanakan CV Setia Kawan menelan korban. Hal itu disebabkan, pelaksana proyek tak memasang rambu tepat pada lokasi jembatan serta tak satupun ada penerangan jalan bila malam tiba.

Dari pantauan jurnalberita.com dilapangan, perbaikan jembatan yang sudah berlangsung selama satu minggu, hanya diberi batas bambu yang dibentangkan dekat jembatan. Lampu penerangan malam hari pun tidak ada meski lokasi jembatan hanya berjarak 2 meter dari  jalan alternatif yang selama ini digunakan masyarakat dan pengguna jalan melakukan aktifitas sehari-hari.

Korban akhirnya jatuh. Sigit (42), warga Desa Rembes, Kecamatan Palang, Tuban, Kamis (9/8/12) malam bernasib nahas.Dari informasi yang dapat dihimpun, kejadian itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu Sigit melaju dengan sepeda motornya hendak menghadiri sebuah pertemuan di Balai Desa Ketambul.

Lantaran bukan warga setempat, korban tidak mengetahui bila jembatan dibongkar melaju dengan santai seperti biasanya. Setelah jarak hanya 1 meter dari jembatan, korban tak bisa mengendalikan sepeda motornya dan terjerembab ke dalam jembatan dengan kedalaman 4 meter itu.

Kejadian baru diketahui beberapa menit kemudian oleh Nawari (40), warga desa Cepokorejo saat melintas jalan tersebut. Nawari yang kaget langsung menghentikan sepedanya dan menolong korban sambil berteriak meminta tolong warga sekitar.

“Saat itu terdengar suara keras minta tolong, saya langsung menghentikan sepeda dan mengecek kebawah jembatan. Ternyata korban sudah tidak berdaya sambil merintih kesakitan,” ujar Nawari.

Karena hari sudah larut malam dan berada di tengah persawahan, teriakan Nawari tak didengar warga. Beruntung, ia membawa HP dan dapat menghubungi  Fatkur Rohman (39), yang juga warga Desa Cepokorejo.

Fatkhur langsung menuju ke lokasi kejadian dan ikut menolong korban yang sudah terluka parah sekaligus membawanya ke RSUD Dr. Koesuma Tuban untuk mendapatkan perawatan  karena mengalami patah tulang yang sangat serius di hampir seluruh tubuhnya.

Usai kejadian itu, CV. Setia Kawan baru membuat rambu-rambu dan tanda bertulisan “Hati-hati ada perbaikan jalan”. Namun, lampu penerangan malam hari masih juga belum dipasang. Saat akan ditemui, Direktur CV Setia Kawan, Darmu  warga Kecamatan Merakurak tak berada di tempat, hanya sang mandor proyek yang ada.

“Memang benar tadi malam (Kamis, 9/8/12) ada kecelakaan di jembatan yang sedang kita bongkar, sekitar pukul 22.30 WIB. Korban sudah dilarikan ke rumah sakit. Dan Pak Darmu tadi pamit, katanya mau membesuk korban kecelakaan tersebut ,” terang mandor proyek tanpa menyebut namanya. (jbc18/jbc2)

Tags: , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

2 Responses

  1. Bagaimana dengan pihak pengawas proyek kok menggampangkan keselamatan pengguna jalan ! Bagaimana dengan pihak Kimpraswil atau pihak POLISI setempat mengambil tindakan atau sangsi ke CV yang memborong pengerjaan jembatan ..?

  2. perlu di ingat bahwa saat kejadian saudara Sigit Cahyono (korban) dalam rangka melaksanakan tugas pemberdayaan,yakni menghadiri Musjab I PNPM MP di desa Ketambul, kalo memang dr CV Setia Kawan tidak membayar biaya pengobatan maka akan terjadi gerakan pelaku PNPM sekecamatan Palang untuk menindaklanjuti dg melaporkannya kepada yg berwenang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site