Puspa Agro, Kaca Benggala Nasib Petani Jatim?

direktur JGU

Erlangga Satriagung, Direktur Utama PT. Jatim Graha Utama (JGU) 

SURABAYA, (jurnalberita.com)— Potret kemajuan Puspa Agro (Pusat Pasar Agrobisnis) yang dikelola oleh Direktur Utama PT. Jatim Graha Utama (JGU) Ir. H. Erlangga Satriagung ini diharapkan menjadi ‘kaca benggala nasib’ kaum petani Jatim yang gemilang dan tidak lagi jadi korban sistem klasik ijon.

Puspa Agro yang menempati lahan sekitar 50 Ha di selatan pertigaan Kletek dan Sepanjang – Sidoarjo itu, sempat terlunta-lunta. Bahkan sebelum tahun 2008  dilanda soal ‘perselingkuhan tanah’ yang harus dituntaskan di meja hijau, lantaran banyaknya spekulan tanah dalam proses pembebasan lahan.

Apalagi pada masa Gubernur Jatim H. Imam Utomo , sempat menjadi rahasia umum akibat terlilit biaya tinggi (hight cost) yang tak bisa terhindarkan, mulai soal jual beli konsep dan perencanaan pembangunan Pasar Induk Jatim ini. Termasuk, harus kena ‘kemplang’ oleh pihak asuransi sekitar Rp. 500 juta, waktu itu.

Dalam kondisi demikianlah, sosok Erlangga Satriagung dikenal pengusaha muda yang bertangan dingin dan sukses ini mampu menyelaraskan hasrat para petinggi Pemprov Jatim. Pada sisi lain, penggemar Aerodinamika itu harus melawan ‘mafia agro bisnis’ dan sekaligus tangkas dalam menuntaskan berbagai rentetan masalah yang tidak enteng tersebut.

“Alhamdulillah, saya sebagai orang nomor satu di JGU yang bidang usahanya bisnis properti itu diberi pula tugas khusus melalui RUPS 13 Nopember 2007 dan 11 April 2008 oleh Gubernur Jatim, untuk menyulap secara bertahap Puspa Agro. Dan kini, akan mengepakkan sayapnya dengan mencanangkan 24 kantor perwakilan sebagai jaringan pemasaran nasional di tahun 2013,” papar Erlangga di depan jajaran Komisi C bidang Keuangan dan Anggaran DPRD Jatim (31/7).

Namun, kalangan Anggota Dewan dan masyarakat umum masih mempertanyakan, apakah hanya Puspa Agro yang menjadi karya gemilang Pemprov Jatim? Dan bisakah pula disebut karya monumental rejim Soekarwo, periode 2009-2014?

anggota komisi C DPRD jatim

Arif Hari Setiawan, Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur

“Kalau saya, ada usul,” lontar Arif Hari Setiawan. Anggota Komisi C ini,  menyinggung sisi pengelolaanya.  Menurut Arif, Puspa Agro selayaknnya ditangani oleh BUMD tersendiri. Agar perkembangan Puspa Agro itu, berjalan cepat dalam mendorong kemakmuran kaum petani Jatim kita. “Usulan ini, merupakan ide gelitik dari pikiran saya,” celetuk Arif yang Ketua Fraksi PKS.

Sikap kritis sekaligus supporting buat Puspa Agro ini, muncul pula dari Ketua Komisi C Thoriqul Haq, Achmad Firdaus, Mochtar dan Sugiono yang menyinggung soal marketing, manajemen keuangan dan dukungan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari pemasukan setiap tahun.

Menurut Erlangga yang didampingi 3 staf andalannya itu, bahwa Puspa Agro secara bisnis belum menguntungkan kendati investasinya besar yang kini mencapai Rp 683 Milyar ini.

“Tetapi, prospek pada 7 tahun sejak 2009 itu bisa diharapkan oleh Pemprov Jatim bersama rakyat, khususnya kaum petani. Sebab, tujuan dan filosofi Puspa Agro merupakan sentra transaksi bisnis agro industri nasional maupun global di Jatim,” tandas Erlangga yang sukses di bidang Perumahan, Perhotelan dan Land Business sehingga dipercaya pula memimpin REI Jatim ini.

Disebutkan, dalam tahun 2012 ini Puspa Agro mempunyai 14 kantor perwakilan sebagai jaringan pemasaran yang ada di Kalimantan pada 3 kota besar (Banjarmasin, Samarinda dan Pontianak), sedangkan  4 kota besar lain di Sulawesi meliputi Manado, Kendari, Makasar dan Gorontalo.

“Tidak ketinggalan di Nusa Tenggara dan Maluku, yang berbasis  pada tiga kota pula, yaitu Kupang, Mataram dan Ambon,” papar Bos Koni Jatim yang respek positif usulan Arif Hariawan PKS itu.

Hal menarik, dari sisi jaringan dan pemasaran internasional, Puspa Agro mengekspor bunga ke Mesir dan Singapura. “Kami pun ekspor ikan ke China dari Cold Storage Puspa Agro, dan sebentar lagi  MOU dengan Tianjin China untuk produk hortikultra sekaligus menancapkan perwakilan dagang di 24 propinsi dalam NKRI,” ungkap Erlangga.

Untuk transaksi lelang di tahun 2013, visioner Puspa Agro itu  mencanangkan lelang komoditas dua kali dalam sebulan yang nilainya sebesar Rp 60 M, dan setahun mencapai Rp 720 Milyar.

“Tetapi, kami berharap jalan akses ke Puspa Agro ini, segera dimulai tahun 2013. Dan realisasi infrastruktur itu akan meningkatkan nilai transaksi yang sekaligus mengurai kemacetan lalin di pertigaan Kletek,” tambahnya. (jbc5/jbc15)

Tags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site