Setahun Lagi Tol Bali Beroperasi

\"\"

BALI (jurnalberita.com) Diperkirakan dalam kurun waktu setahun mendatang, tol pertama di Pulau Dewata, Bali bakal selesai dan beroperasi. Tol yang melintasi laut dan menghubungkan Pelabuhan Benoa ke Nusa Dua itu ditangani dan akan dikelola PT Jasa Marga Bali Tol (PT JBT), yang merupakan perusahaan konsorsium 7 BUMN dan BUMD, salah satunya PT Pelindo III.

PT Pelindo III, salah satu pemegang saham, sangat mendukung pembangunan jalan tol yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di Denpasar itu. 4,8 hektar lahan telah disediakan, lengkap dengan dermaga tongkang, sebagai sarana bongkar muat pipa pancang dan peralatan pembangunan.

Penyediaan lahan dan dermaga tongkang itu untuk kelancaran proses pemuatan pipa pancang beton (concrete pipe pile) dan pipa pancang baja (steel pipe pile). “Untuk kelancaran pembangunan jalan tol ini diperlukan dermaga kapal tongkang untuk dibawa ke titik jalur tol yang membentang dari pelabuhan Benoa ke Nusa Dua,” kata General Manager PT Pelindo III Benoa, Iwan Sabatini, saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa (31/7/12) sore.

Sebagaimana diketahui, PT JBT sebagai perusahaan konsorsium 7 BUMN, termasuk PT Pelindo III serta BUMD, menangani pembangunan jalan tol pertama di Pulau Dewata ini. PT JBT telah menunjuk 3 perusahaan karya milik negara untuk membangun 4 paket pekerjaan tol tengah laut ini.  Paket I dikerjakan PT Adhi Karya, paket III PT Hutama Karya, dan paket II dan IV oleh PT Waskita Karya.

Berdasarkan surat keputusan, mulai pengerjaan dilakukan pada 1 Maret 2012. Sejumlah alat berat milik ketiga perusahaan pembangun itu telah mulai dikirim ke tengah laut. Sempat terjadi sedikit kendala saat tongkang pengangkut alat berat milik Adhi Karya kandas di tengah laut.

“Pengiriman alat berat milik Adhi Karya sempat terhambat karena tongkang yang berisi crane dengan sejumlah kapal kecil kandas di tengah laut saat air surut,” jelas Direktur Utama PT JBT, Akhmad Tito Karim. Namun,  lanjutnya, kendala itu telah teratasi.

Untuk pengerjaan paket II, PT Waskita Karya sudah memasang tiang pancang di tengah laut. Tiang itu dipasang secara bergiliran dengan dimulai pada titik kilometer 5.308. “Secara target, kami harus memasang 30 beton tiang pancang per hari untuk menyelesaikan paket II,” kata Anugrianto, Kepala Proyek dari Waskita Karya.

Perlu diketahui, untuk proyek pembangunaan tol di atas laut ini PT JBT memiliki konsep pengembalian investasi Rp 2,46 triliun dengan perhitungan 15 tahun masa operasi. Dana pengembalian didapat dari pungutan tarif tol yang telah ditetapkan.

PT JBT selaku pemegang konsesi pengelolaan selama 45 tahun, belum lama ini sudah menetapkan tarif bagi pengguna jalan tol, yang ditarget jadi pertengahan tahun depan itu, sebesar Rp 10 ribu untuk kendaraan golongan I, Rp 30 ribu kendaraan golongan V, dan Rp 4 ribu untuk kendaraan roda dua atau golongan VI.  (ane/jbc2)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*