<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnal Berita &#187; Tulungagung</title>
	<atom:link href="http://jurnalberita.com/category/jawa-timur/kulonan/tulungagung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnalberita.com</link>
	<description>Media Online Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 13:56:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Misteri Arca Kera Tulungagung Belum Terungkap</title>
		<link>http://jurnalberita.com/2012/06/misteri-arca-kera-tulungagung-belum-terungkap/</link>
		<comments>http://jurnalberita.com/2012/06/misteri-arca-kera-tulungagung-belum-terungkap/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jun 2012 14:59:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoedi Jr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kulonan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Arca Kera]]></category>
		<category><![CDATA[Arca kera tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Pelestarian Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB]]></category>
		<category><![CDATA[Danang Wahyu Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[hanoman]]></category>
		<category><![CDATA[Homo Wajakensis]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Song]]></category>
		<category><![CDATA[Trowulan]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalberita.com/?p=23361</guid>
		<description><![CDATA[TULUNGAGUNG (jurnalberita.com) – Danang Wahyu Utomo, seorang  arkeologi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, melakukan serangkaian penelitian terhadap arca kera yang ditemukan tertanam dalam sebuah gundukan bukit dekat Sungai Song,... <a class="meta-more" href="http://jurnalberita.com/2012/06/misteri-arca-kera-tulungagung-belum-terungkap/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_23362" class="wp-caption alignleft" style="width: 341px"><a href="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2012/06/arca-kera.jpg"><img class="size-full wp-image-23362" title="" src="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2012/06/arca-kera.jpg" alt="" width="331" height="182" /></a><p class="wp-caption-text">Arca kera yang ditemukan tertanam dalam sebuah gundukan bukit dekat Sungai Song, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. (foto:ist)</p></div>
<p><strong>TULUNGAGUNG (jurnalberita.com) – </strong>Danang Wahyu Utomo, seorang  arkeologi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, melakukan serangkaian penelitian terhadap arca kera yang ditemukan tertanam dalam sebuah gundukan bukit dekat Sungai Song, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Namun Danang sampai saat ini belum bisa menyimpulkan asal-usul maupun usia arca kera yang disebutnya sebagai temuan langka tersebut.</p>
<p>&#8220;Temuan ini cukup unik, karena masih baru pertama kali sebuah arca kera ditemukan dalam bentuk berdiri sendiri di Indonesia. Biasanya perwujudan kera digambarkan dalam bentuk relief candi saja,&#8221; terang Danang.</p>
<p>Menurut Danang, arca kera lazim ditemukan di luar wilayah Indonesia, terutama di India. Di negeri itu arca kera yang menjadi perlambang tempat pemujaan terhadap tokoh/ksatria dalam epik ramayana, yakni kera hanoman. Sementara di Indonesia selama ini belum pernah ada sejarah yang menyebutkan ada pemujaan pada patung kera, meskipun ada kemungkinan besar arca tersebut adalah arca kera hanoman seperti yang ada di India.</p>
<p>&#8220;Di India memang ada pemujaan terhadap kera hanoman. Arca kera di manapun ditemukan adalah gambaran dari tokoh hanoman, meski masing-masing daerah ataupun negara mempunyai pola bervariasai untuk menggambarkannya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Patung yang memiliki dimensi tinggi 77 centimeter, lebar 46 centimeter, dan tebal 31 centimeter tersebut ada sedikit keterkaitan dengan penemuan sebelumnya, yakni sebuah patung Dewi Parwati yang merupakan perwujudan istri Dewa Shiwa yang ditemukan beberapa tahun sebelumnya. Namun, ia belum berani menyimpulkan asal-muasal maupun usia arca langka tersebut. Pakar arkeologi dari BPCB Trowulan ini hanya memastikan bahwa arca tersebut benar-benar merupakan peninggalan purbakala di masa kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha.</p>
<p>Danang mengaku kesulitan mengidentifikasi usia maupun masa pembuatan arca langka tersebut, karena di sekitar lokasi penemuan tidak ada candi atau situs purbakala lain yang bisa dijadikan rujukan ataupun referensi masa pembuatan patung kera bertubuh mirip manusia raksasa tersebut.</p>
<p>&#8220;Itu mungkin saja, karena arca kera tersebut ditemukan di bukit dekat Sungai Song dengan kedalaman tiga meter di bawah permukaan tanah.&#8221; ujarnya. Namun Danang memastikan, pihaknya tetap akan berupaya menguak asal-usul sejarah dari arca kera tersebut. Selain temuan arca kera itu dinilai langka/unik, dia mengungkapkan bahwa kultur pemujaan terhadap kera belum pernah ada di literatur manapun tentang Indonesia. Ia berharap, temuan itu ke depan bisa menjadi tambahan referensi tentang kebudayaan nenek moyang bangsa Indonesia.</p>
<p>&#8220;Mungkin nanti juga akan melibatkan tenaga ahli arkeolog yang lain, untuk sementara saya hanya memastikan keberadaan patung tersebut. Tapi melihat bahannya dari batu pasir, ini jelas peninggalan purbakala,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Arca kera yang diteliti Danang saat ini menjadi koleksi Museum Daerah Tulungagung. Patung tersebut merupakan salah satu benda purbakala yang paling sering ditanyakan pengunjung, terutama siswa sekolah dan mahasiswa, karena kebanyakan dari mereka belum pernah menemui literatur yang menyebutkan patung kera dimaksud.</p>
<p>&#8220;Kalau benda-benda lain, seperti koleksi terbaru replika patung manusia purba maupun tengkorak <em>Homo Wajakensis</em> sepertinya mereka hanya sekadar ingin memastikan, tapi untuk arca kera tersebut, banyak yang cukup penasaran,&#8221; kata Hariyadi, petugas Museum Daerah Tulungagung. <em>(hbc/jbc1)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalberita.com/2012/06/misteri-arca-kera-tulungagung-belum-terungkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waduh&#8230; Warga Tulungagung Berharap Kemarau Masih Panjang</title>
		<link>http://jurnalberita.com/2011/09/waduh-warga-tulungagung-berharap-kemarau-masih-panjang/</link>
		<comments>http://jurnalberita.com/2011/09/waduh-warga-tulungagung-berharap-kemarau-masih-panjang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 01:46:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoedi Jr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kulonan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Pelem]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Campurdarat]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[palawija]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman tembakau]]></category>
		<category><![CDATA[Tembakau]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalberita.com/?p=16822</guid>
		<description><![CDATA[TULUNGAGUNG (jurnalberita.com) - Di saat kemarau panjang terjadi, mayoritas warga akan mengeluh karena kesulitan mendapat air bersih, namun sebaliknya yang terjadi dengan warga Tulungagung Jawa Timur. Mereka malah berharap musim kemarau... <a class="meta-more" href="http://jurnalberita.com/2011/09/waduh-warga-tulungagung-berharap-kemarau-masih-panjang/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/09/petani-tembakau.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-16823" title="Ilustrasi. (ist)" src="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/09/petani-tembakau.jpg" alt="" width="283" height="205" /></a>TULUNGAGUNG (jurnalberita.com)</strong><strong> </strong>- Di saat kemarau panjang terjadi, mayoritas warga akan mengeluh karena kesulitan mendapat air bersih, namun sebaliknya yang terjadi dengan warga Tulungagung Jawa Timur. Mereka malah berharap musim kemarau berlangsung lebih lama.</p>
<p>“Tanaman tembakau kami bisa dipastikan akan rusak, jika hujan turun dalam waktu dekat. Sebelumnya, kami mengalami kerugian besar karena banyak tanaman padi yang gagal panen akibat terendam air hujan,” ujar seorang warga Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Minggu (18/9/11).</p>
<p>Karena tergolong sawah tadah hujan, saat ini Petani di Desa Pelem memang mayoritas menanam tembakau di lahan pertaniannya, selain palawija.</p>
<p>Jadi jika tidak ada hujan, para petani akan cenderung beralih ke jenis tanaman yang tidak banyak membutuhkan air, salah satunya tembakau. Apalagi, harga hasil komoditas tanaman untuk bahan baku rokok kretek tersebut saat ini sangat tinggi.</p>
<p>“Sekitar 80 persen petani di daerah sini menanam tembakau, dan sisanya palawija. Usia tanaman-tanaman itu rata-rata sekitar 3-4 bulan. Jadi, selama itu pula kami berharap cuaca (musim kering) tetap mendukung,” ujar Nurkholis, petani tembakau lain.</p>
<p>Harapan yang sama dikemukakan sejumlah petani palawija maupun tembakau di beberapa desa kecamatan lain di kawasan Tulungagung selatan. Mereka menyebut dampak guyuran hujan pada tanaman tembakau maupun palawija mereka yang masih muda bisa menyebabkan daun cepat layu, apalagi saat mulai berbuah. Setidaknya hingga kisaran bulan November atau Desember nanti, yakni setelah masa panen raya tanaman tembakau dan palawija. <em>(soc/jbc1)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalberita.com/2011/09/waduh-warga-tulungagung-berharap-kemarau-masih-panjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Safari Ramadhan, Silaturahmi Bupati dan Warga</title>
		<link>http://jurnalberita.com/2011/08/safari-ramadhan-silaturahmi-bupati-dan-warga/</link>
		<comments>http://jurnalberita.com/2011/08/safari-ramadhan-silaturahmi-bupati-dan-warga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2011 07:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kulonan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Ceramah Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Muspida Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Safari Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalberita.com/?p=15000</guid>
		<description><![CDATA[TULUNGAGUNG (jurnalberita.com) &#8211; Bertempat di Pendopo Kongasarum Kusumaning Bongso, selasa lalu , Bupati Tulungagung Ir. Heru Tjahjono,MM  bersama jajaran pejabat di lingkungan pemerintahan Kabupaten Tulungagung dan masyarakat sekitar, melaksanakan shalat... <a class="meta-more" href="http://jurnalberita.com/2011/08/safari-ramadhan-silaturahmi-bupati-dan-warga/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_15001" class="wp-caption alignleft" style="width: 290px"><a href="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/08/para-jamaah-safari-ramadhan-saat-mendengarkan-ceramah.jpg"><img class="size-full wp-image-15001 " src="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/08/para-jamaah-safari-ramadhan-saat-mendengarkan-ceramah.jpg" alt="" width="280" height="187" /></a><p class="wp-caption-text">Para jamaah dalam safari ramadhan mendengarkan ceramah. (foto : jbc7)</p></div>
<p><strong>TULUNGAGUNG (jurnalberita.com)</strong> &#8211; Bertempat di Pendopo Kongasarum Kusumaning Bongso, selasa lalu , Bupati Tulungagung Ir. Heru Tjahjono,MM  bersama jajaran pejabat di lingkungan pemerintahan Kabupaten Tulungagung dan masyarakat sekitar, melaksanakan shalat tarawih bersama, sekaligus dimulainya pelaksanaan safari ramadhan,</p>
<p>Kegiatan pertama ini didahului dengan shalat Isya’ dilanjutkan dengan shalat tarawih dengan Imam Drs. Turmudi, Muadzin Imam Sutaji serta penceramah Prof.DR.H.Imam Fuadi yang mengulas mengenai bulan ramadhan.</p>
<p>Safari ramadhan dihadiri pula Ketua beserta anggota DPRD Kabupaten Tulungagung, Wakil Bupati Moch. Athiyah SH, Sekretaris Daerah Drs. Maryoto Birowo MM, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tulungagung, Kepala SKPD di lingkup Pemkab Tulungagung serta Muspika Kecamatan Tulungagung.</p>
<p>Rangkaian kegiatan safari ramadhan Bupati Tulungagung beserta Muspida, selain dilakukan di beberapa instansi di tingkat kabupaten, juga akan dilaksanakan di beberapa wilayah seperti Kecamatan Tanggunggunung, Sendang dan Rejotangan. <em>(jbc7/jbc2)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalberita.com/2011/08/safari-ramadhan-silaturahmi-bupati-dan-warga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Donor Darah Tutup Rangkaian Acara Harlah PKB</title>
		<link>http://jurnalberita.com/2011/07/donor-darah-tutup-rangkaian-acara-harlah-pkb/</link>
		<comments>http://jurnalberita.com/2011/07/donor-darah-tutup-rangkaian-acara-harlah-pkb/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 12:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kulonan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[donor darah]]></category>
		<category><![CDATA[DPC PKB Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[H Koirudin Abas MSi]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Lahir Ke-13 PKB]]></category>
		<category><![CDATA[Harlah Ke-13 PKB]]></category>
		<category><![CDATA[Harlah PKB]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Dewan Syuro DPC PKB Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[KH Muhsin Ghozali]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Kebangkitan Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris DPW PKB Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Talkshow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalberita.com/?p=14606</guid>
		<description><![CDATA[TULUNGAGUNG (jurnalberita.com) - Bertempat di gedung Graha Kebangkitan Bangsa, Jalan Letjen Suprapto 112 Tulungagung, DPC PKB Kabupaten Tulungagung memperingati Hari Lahir (Harlah) Ke -13 PKB. Dalam peringatan kali ini diselenggarakan... <a class="meta-more" href="http://jurnalberita.com/2011/07/donor-darah-tutup-rangkaian-acara-harlah-pkb/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_14607" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/07/Pidato-Harlah-PKB-ke-13-Sekretaris-DPW-PKB-Jatim-H-Koirudin-Abbas-MSi_1.jpg"><img class="size-full wp-image-14607" title="" src="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/07/Pidato-Harlah-PKB-ke-13-Sekretaris-DPW-PKB-Jatim-H-Koirudin-Abbas-MSi_1.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Sekretaris DPW PKB Jatim H Koirudin Abbas MSi saat berpidato pada peringatan Harlah PKB yang digelar DPC PKB Tulunggung. (foto : jbc7)</p></div>
<p><strong>T</strong><strong>ULUNGAGUNG (jurnalberita.com) </strong>- Bertempat di gedung Graha Kebangkitan Bangsa, Jalan Letjen Suprapto 112 Tulungagung, DPC PKB Kabupaten Tulungagung memperingati Hari Lahir (Harlah) Ke -13 PKB. Dalam peringatan kali ini diselenggarakan berbagai acara atau kegiatan atara lain Khataman Al-Qur’an, Tasyakuran, <em>Talk Show</em> serta donor darah.</p>
<p>Khataman Al-Qur’an dilaksanakan Senin, (25/7/11) pagi, menghadirkan sejumlah Hafidz (penghafal Al-Qur’an) dari Kecamatan Ngunut. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Tasyakuran Harlah dengan acara utama pemotongan tumpeng, Pidato Harlah dan Tausiah Politik.</p>
<p>Hadir dalam acara ini, Sekretaris DPW PKB Jawa Timur H Koirudin Abbas MSi, Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur Muhaimin Hadi dan Ketua Dewan Syuro DPC PKB Tulungagung KH Muhsin Ghozali. Hadir pula seluruh pengurus DPAC PKB se-Tulungagung dan anggota Koperasi Wanita Bangkit.</p>
<p>Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, H Koirudin Abas MSi saat menyampaikan pidato Harlah Ke-13 mengatakan,  angka 13 merupakan nomor PKB pada Pemilu lalu. Dalam usianya yang ke-13 ini, pihaknya berharap PKB tetap berada pada jalur yang tepat dalam perjuangan menegakkan yang benar.</p>
<p>“PKB selalu berusaha menjaga hubungan yang baik dan harmonis dengan NU. Sebab, dalam sejarahnya, kehadiran PKB dalam panggung perpolitikan nasional tidak terlepas dari NU,” kata Koirudin</p>
<p>Sementara dalam acara <em>Talk Show</em> yang digelar di tempat yang sama, Koirudin juga tampil sebagai pembicara mendampingi Ketua KPU Kabupaten Tulungagung, Suyitno Arman S.Sos, dengan tema “Pemuda dan Politik Kebangsaan”.</p>
<p>Acara ini dihadiri pula para aktifis, baik dari LSM, Ormas, organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa dan kalangan akademisi.  Acara yang berlangsung <em>gayeng</em> ini memunculkan banyak gagasan dan masukan, diantaranya tentang usaha membangun PKB agar ke depan menjadi partai yang lebih besar dari yang ada serta memberi kesempatan lebih banyak kepada generasi muda dalam panggung politik, menata kaderisasi dan membangun kekuatan untuk menangkal adanya ideologi radikal yang terus menghantui masyarakat.</p>
<p>Sedangkan kegiatan donor darah yang dilaksanakan pada Selasa (26/7/2011) Siang, juga berlangsung semarak. Puluhan warga datang langsung ke Graha Kebangkitan Bangsa untuk mendonorkan darahnya.</p>
<p>Sekretaris DPW PKB Jatim Koirudin Abbas menjadi peserta pertama donor darah. Diikuti Ketua DPC PKB Tulungagung Adib Makarim, anggota Fraksi PKB DPRD Tulungagung serta warga  yang secara sukarela menyumbangkan darahnya untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan. <em>(</em><em>jbc7/jbc2)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalberita.com/2011/07/donor-darah-tutup-rangkaian-acara-harlah-pkb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komisi A Akan Panggil Kadindik Terkait Kasus Pemukulan Siswa SDLB</title>
		<link>http://jurnalberita.com/2011/05/komisi-a-akan-panggil-kadindik-terkait-kasus-pemukulan-siswa-sdlb/</link>
		<comments>http://jurnalberita.com/2011/05/komisi-a-akan-panggil-kadindik-terkait-kasus-pemukulan-siswa-sdlb/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 23:31:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoedi Jr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kulonan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Saefudin SAg]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pendidikan Pemkab Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Drs Bambang Setyo Sukardjono MSi]]></category>
		<category><![CDATA[Drs Supardi MM]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi A DPRD Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[SDLB]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Dasar Luar Biasa]]></category>
		<category><![CDATA[Wiyata Dharma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalberita.com/?p=10481</guid>
		<description><![CDATA[TULUNGAGUNG (jurnalberita.com) – Aksi pemukulan yang dilakukan seorang guru pengawas Ujian Nasional (UN) terhadap siswa saat mengikuti UN di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Wiyata Dharma Kota Tulungagung, Rabu (11/5/2011),... <a class="meta-more" href="http://jurnalberita.com/2011/05/komisi-a-akan-panggil-kadindik-terkait-kasus-pemukulan-siswa-sdlb/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong></p>
<div id="attachment_10482" class="wp-caption alignleft" style="width: 152px"><a href="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/05/ahmad-saefudin.jpg"><img class="size-full wp-image-10482" title="Ahmad Saefudin, SAg. (ist)" src="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/05/ahmad-saefudin.jpg" alt="" width="142" height="191" /></a><p class="wp-caption-text">Ahmad Saefudin, SAg. (ist)</p></div>
<p>TULUNGAGUNG (jurnalberita.com) –</strong> Aksi pemukulan yang dilakukan seorang guru pengawas Ujian Nasional (UN) terhadap siswa saat mengikuti UN di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Wiyata Dharma Kota Tulungagung, Rabu (11/5/2011), mendapat perhatian khusus dari Komisi A DPRD Tulungagung. Mereka akan mengusut kebenaran peristiwa tersebut.</p>
<p>“Harus ada yang bertanggungjawab kalau memang peristiwa itu benar-benar terjadi. Apalagi sudah ada laporan jika peristiwa pemukulan sudah ditayangkan di televisi,&#8221; ujar anggota Komisi A DPRD Tulungagung, Ahmad Saefudin SAg, Kamis (12/5).</p>
<p>Komisi A DPRD Tulungagung berencana melakukan pemanggilan pada Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Tulungagung, Drs Bambang Setyo Sukardjono MSi terkait aksi pemukulan itu. “Mengapa kami memanggil Kepala Dinas Pendidikan, ini karena kedudukannya sebagai pimpinan yang mengurusi masalah pendidikan di Tulungagung,&#8221; tandas Ahmad Saefudin, politisi asal PKNU tersebut.</p>
<p>Pemanggilan tersebut, lanjutnya, juga untuk menjelaskan kejadian sebenarnya yang terjadi di sekolah untuk anak bekelakuan khusus itu. “Semacam klarifikasi dari Dinas Pendidikan,&#8221; tegas Ahmad.</p>
<p>Kepala Bidang (Kabid) TK/SD Dinas Pendidikan Pemkab Tulungagung, Drs Supardi MM, ketika dikonfirmasi membantah telah terjadi penganiayaan yang dilakukan pengawas UN terhadap peserta UN di SDLB Wiyata Dharma. Dia menyatakan pemukulan yang dilakukan oleh guru tersebut sebagai hal yang lumrah dan bukan bentuk penganiayaan.</p>
<p>“Kalau tidak dipukul seperti itu anaknya (siswa) tidak paham. Dia (siswa) kan tunarungu dan tunawicara. Kemarin ceritanya dia terlambat masuk ruang ujian dan saat melingkari lembar soal salah, kemudian disuruh betulkan dan caranya dengan pemukulan halus. Bukan dianiaya,&#8221; papar Supardi.</p>
<p>Supardi mengaku sudah melakukan investigasi ke lokasi kejadian di SDLB Wiyata Dharma. Dan memang tidak terjadi penganiayaan. Bahkan siswa yang dipukul tidak mempermasalahkan. “Tadi siswa yang bersangkutan masih masuk dan mengikuti UN,” tandasnya.</p>
<p>Supardi juga menyatakan ketidakyakinannya pemukulan yang dilakukan guru pengawas UN tersebut sebagai bentuk kesengajaan untuk melukai atau mencederai tubuh siswa.</p>
<p>&#8220;<em>Masya Allah</em>, <em>masak</em> mungkin guru SDLB akan melakukan itu (menganiaya). Mereka kan sudah banyak berkorban daripada guru-guru lain yang mengajar siswa normal. Tidak mungkin mereka menganiaya anak didiknya yang telah diajari dengan penuh ketelatenan,&#8221; paparnya. <em>(hbc/jbc1)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalberita.com/2011/05/komisi-a-akan-panggil-kadindik-terkait-kasus-pemukulan-siswa-sdlb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunitas Perangkat Desa Hijaukan Tulungagung</title>
		<link>http://jurnalberita.com/2011/05/komunitas-perangkat-desa-hijaukan-tulungagung/</link>
		<comments>http://jurnalberita.com/2011/05/komunitas-perangkat-desa-hijaukan-tulungagung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 00:45:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoedi Jr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kulonan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[dalang kondang]]></category>
		<category><![CDATA[Drs. Maryoto Birowo MM]]></category>
		<category><![CDATA[Ir. Heru Tjahjono MM]]></category>
		<category><![CDATA[Ki Enthus Susmono]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Perangkat Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalberita.com/?p=10423</guid>
		<description><![CDATA[TULUNGAGUNG (jurnalberita.com) – Komunitas perangkat desa Se Kabupaten Tulungagung, Rabu (11/5/2011) menghijaukan Tulungagung. Hal itu diwujudkan dengan aksi penanaman pohon Trembesi di sekitar lapangan desa Beji kecamatan Boyolangu Tulungagung. Hal... <a class="meta-more" href="http://jurnalberita.com/2011/05/komunitas-perangkat-desa-hijaukan-tulungagung/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG (jurnalberita.com) –</strong> Komunitas perangkat desa Se Kabupaten Tulungagung, Rabu (11/5/2011) menghijaukan Tulungagung. Hal itu diwujudkan dengan aksi penanaman pohon Trembesi di sekitar lapangan desa Beji kecamatan Boyolangu Tulungagung.</p>
<div id="attachment_10424" class="wp-caption alignleft" style="width: 218px"><a href="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/05/Bupati-saat-menanam-trembesi-di-lapangan-Beji.jpg"><img class="size-full wp-image-10424" title="Bupati saat menanam trembesi di lapangan Beji." src="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/05/Bupati-saat-menanam-trembesi-di-lapangan-Beji.jpg" alt="" width="208" height="312" /></a><p class="wp-caption-text">Bupati saat menanam trembesi di lapangan Beji. (foto:jbc7/jbc)</p></div>
<p>Hal itu dilakukan guna untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berberproduksi dan berfungsi secara optimal. Karena dengan penghijauan, lingkungan kota bisa digunakan sebagai pengatur tata air dan pelindung lingkungan.</p>
<p>Dalam aksi tanam pohon ini dihadiri oleh Bupati Tulungagung, Ir. Heru Tjahjono MM,<em> </em>Sekda Drs. Maryoto Birowo MM dan Kepala Dinas/ Instansi terkait.</p>
<p>Bupati Tulungagung, Ir. Heru Tjahjono MM dalam sambutannya mengatakan, dengan penanaman pohon ini diharapkan agar memberikan manfaat yang besar terhadap warga masyarakat. Dan juga sesuai dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk menjadikan daerahnya hijau, bersih, rindang dan teduh.</p>
<p>Selain melakukan penanaman pohon, Komunitas Perangkat Desa Kabupaten Tulungagung juga akan menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk, Kamis (12/5) bersama dalang kondang Ki Enthus Susmono. <em>(jbc7/jbc1)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalberita.com/2011/05/komunitas-perangkat-desa-hijaukan-tulungagung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurangi Resiko Bencana, Bupati dan Ketua DPRD Tulungagung Tandatangani MoU</title>
		<link>http://jurnalberita.com/2011/05/kurangi-resiko-bencana-bupati-dan-ketua-dprd-tulungagung-tandatangani-mou/</link>
		<comments>http://jurnalberita.com/2011/05/kurangi-resiko-bencana-bupati-dan-ketua-dprd-tulungagung-tandatangani-mou/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 00:15:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoedi Jr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kulonan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kabupaten Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Drs Isman]]></category>
		<category><![CDATA[Ir. Avianto Muhtadi MM]]></category>
		<category><![CDATA[Ir. Heru Tjahjono MM]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[PP LPBI NU]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. H. Achmad Fathoni M.Ag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalberita.com/?p=10070</guid>
		<description><![CDATA[TULUNGAGUNG (jurnalberita.com) – Guna menanggulangi dan mengurangi resiko bencana di Kabupaten Tulungagung, Bupati Ir. Heru Tjahjono MM, Selasa (3/5/2011), menandatangani nota kesepakatan bersama (MoU) antara Pemerintah Kabupaten diwakili oleh Bupati... <a class="meta-more" href="http://jurnalberita.com/2011/05/kurangi-resiko-bencana-bupati-dan-ketua-dprd-tulungagung-tandatangani-mou/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong></p>
<div id="attachment_10071" class="wp-caption alignleft" style="width: 152px"><a href="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/05/Heru-Tjahjono-MM.jpg"><img class="size-full wp-image-10071" title="Ir. Heru Tjahjono, MM." src="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/05/Heru-Tjahjono-MM.jpg" alt="" width="142" height="211" /></a><p class="wp-caption-text">Bupati Tulungagung, Ir. Heru Tjahjono, MM. (ist)</p></div>
<p>TULUNGAGUNG (jurnalberita.com) –</strong> Guna menanggulangi dan mengurangi resiko bencana di Kabupaten Tulungagung, Bupati Ir. Heru Tjahjono MM, Selasa (3/5/2011), menandatangani nota kesepakatan bersama (MoU) antara Pemerintah Kabupaten diwakili oleh Bupati Ir. Heru Tjahjono MM, DPRD Kabupaten Tulungagung diwakili oleh Drs Isman, Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBI NU) diwakili oleh Ir. Avianto Muhtadi, MM dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tulungagung diwakili oleh Prof. Dr. H. Achmad Fathoni, M.Ag.</p>
<p>Dalam penandatanganan MoU  yang dilaksanakan di ruang Prajamukti Pemkab Tulungagung ini, diharap dapat memperkuat hubungan kerjasama yang telah terjalin antara para pihak di bidang penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Tulungagung secara lebih terencana, terkoordinasi dan terpadu.</p>
<p>Dalam acara penandatanganan MoU ini juga dihadiri seluruh Kepala SKPD lingkup Pemkab Tulungagung, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama beserta para kader Nahdlatul Ulama di Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Substansi dari kesepakatan bersama ini secara garis besar mencakup pelaksanaan program advokasi kelembagaan bencana yang telah ditetapkan oleh PP LPBI NU melalui peningkatan pengetahuan dan penguatan sumber daya kelembagaan penanggulangan bencana dan masyarakat dalam rangka penanggulangan bencana oleh pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Serta, pemberian dukungan dari Pemkab dan DPRD Kabupaten Tulungagung terhadap pelaksanaan program advokasi kelembagaan bencana yang dilaksanakan oleh Lembaga Pelaksana Program Daerah melalui mekanisme koordinasi dan komunikasi. <em>(jbc7/jbc1)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalberita.com/2011/05/kurangi-resiko-bencana-bupati-dan-ketua-dprd-tulungagung-tandatangani-mou/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bupati Panen ‘Emas Hijau’ Lereng Gunung Sendang</title>
		<link>http://jurnalberita.com/2011/04/bupati-panen-%e2%80%98emas-hijau%e2%80%99-lereng-gunung-sendang/</link>
		<comments>http://jurnalberita.com/2011/04/bupati-panen-%e2%80%98emas-hijau%e2%80%99-lereng-gunung-sendang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 13:48:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kulonan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Geger]]></category>
		<category><![CDATA[GM PT. Java Green]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Sendang]]></category>
		<category><![CDATA[Ir. Heru Tjahjono MM]]></category>
		<category><![CDATA[Tseng Ying-Hsiung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalberita.com/?p=9719</guid>
		<description><![CDATA[TULUNGAGUNG (Jurnalberita.com) &#8211; Bertempat di lereng gunung Agropolitan, Desa Geger Sendang Kabupaten Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Panen Raya Agropolitan 2011. Hal itu dilakukan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi... <a class="meta-more" href="http://jurnalberita.com/2011/04/bupati-panen-%e2%80%98emas-hijau%e2%80%99-lereng-gunung-sendang/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG (Jurnalberita.com)</strong> &#8211; Bertempat di lereng gunung Agropolitan, Desa Geger Sendang Kabupaten Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Panen Raya Agropolitan 2011. Hal itu dilakukan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi komoditas unggulan yang cukup besar, yaitu sapi perah serta komoditas unggulan lainnya,  seperti holtikultura, berupa sayur-sayuran dan buah-buahan.</p>
<div id="attachment_9720" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a href="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/04/panen-agropolitan-2.jpg"><img class="size-full wp-image-9720" src="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/04/panen-agropolitan-2.jpg" alt="" width="448" height="299" /></a><p class="wp-caption-text">Bupati Tulungagung Ir. Heru Tjahjono MM didampingi GM PT. Java Green, Tseng Ying-Hsiung serta para pejabat melihat hasil Agropolitan yang siap panen. (jbc7/jbc) </p></div>
<p>Nampak hadir dalam acara panen raya tersebut antara lain, Bupati Tulungagung Ir. Heru Tjahjono MM, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Wibowo Eko Putro dan pejabat terkait serta General Manager PT. Java Green, Tseng Ying Hsiung.</p>
<p>GM PT. Java Green, Tseng Ying-Hsiung dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya berusaha untuk terus mengembangkan program pemberdayaan petani agropolitan Sendang, demi mencapai produksi pertanian yang mempunyai standar kualitas industri tinggi.</p>
<p>Ia juga menambahkan, dengan panen ini, program pemberdayaan petani di wilayah Sendang dapat mengoptimalkan hasil pertanian sehingga memberikan dampak positif terhadap kebutuhan bahan baku industri.</p>
<p>Penunjukkan Sedang sebagai lokasi Agropolitan, selain didasarkan adanya potensi komoditas unggulan yang cukup besar, yaitu sapi perah dan komoditas unggulan lainnya seperti holtikultura berupa sayur-sayuran dan buah-buahan, juga didasarkan pada kesesuaian lahan wilayah Sendang, yang berupa daerah pegunungan dengan hawa sejuk.</p>
<p>Lokasi ini dinilai sangat cocok menjadi menjadi daerah holtukultura, yang saat ini sedang dikembangkan Pemkab Tulungagung. Terwujudnya kawasan Sendang sebagai agribisnis, juga diharapkan terciptanya keterpaduan dengan sektor lainnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Ir. Heru Tjahjono MM, mengatakan, panen raya merupakan bukti keberhasilan program Agropolitan Sendang. Beberapa jenis  tanaman yang dipanen meliputi Brokoli, Sawi, Asparagus dan Pisang jenis Taiwan 1 dan Taiwan 3.</p>
<p>Keberhasilan program Agropolitan Sendang, merupakan kebanggaan Kabupaten Tulungagung. Selain hasilnya akan diekspor, juga bakal dibuatkan tempat atau pasar lokal untuk memasarkan hasilnya. Tak salah bila hasil produk Agropolitan dari Sendang ini disebut sebagai emas hijau dari lereng Gunung Sendang. <em>(jbc7/jbc2)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalberita.com/2011/04/bupati-panen-%e2%80%98emas-hijau%e2%80%99-lereng-gunung-sendang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gali Tanah, Temukan Benda Peninggalan Majapahit</title>
		<link>http://jurnalberita.com/2011/04/gali-tanah-temukan-benda-peninggalan-majapahit/</link>
		<comments>http://jurnalberita.com/2011/04/gali-tanah-temukan-benda-peninggalan-majapahit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 15:27:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kulonan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Johan Perwiranto]]></category>
		<category><![CDATA[Kabid Disbudperpora]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalberita.com/?p=9024</guid>
		<description><![CDATA[PACITAN (Jurnalberita.com) &#8211; Harta peninggalan jaman Kerajaan Majapahit diperkirakan masih banyak tersimpan di wilayah Arjosari. Fakta ini diperkuat dengan ditemukannya kembali sejumlah benda bersejarah berupa Arca, Keris, Gagang Cemeti dan... <a class="meta-more" href="http://jurnalberita.com/2011/04/gali-tanah-temukan-benda-peninggalan-majapahit/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PACITAN (Jurnalberita.com)</strong> &#8211; Harta peninggalan jaman Kerajaan Majapahit diperkirakan masih banyak tersimpan di wilayah Arjosari. Fakta ini diperkuat dengan ditemukannya kembali sejumlah benda bersejarah berupa Arca, Keris, Gagang Cemeti dan sekarung koin kuno serta dua buah koin besar, bertuliskan huruf palawa.</p>
<div id="attachment_9025" class="wp-caption alignright" style="width: 192px"><a href="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/04/14-kusnan-penemu-barang-purbakala-di-Jatimalang-.jpg"><img class="size-medium wp-image-9025 " src="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/04/14-kusnan-penemu-barang-purbakala-di-Jatimalang--228x300.jpg" alt="" width="182" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">Kusnan dan benda yang ditemukannya saat menggali tanah di Jatimalang. (jbc15/jbc)</p></div>
<p>Berbagai jenis barang tersebut, ditemukan di Dusun Purwodadi, Desa Jatimalang, Kecamatan Arjosari. Tahun sebelumnya, di Desa Tremas dalam kecamatan yang sama, juga ditemukan benda peninggalan masa Hindu dan Budha, berupa Batu Kenong dan Lingga Yoni.“Benda-benda itu saya temukan di bawah batu saat membuat jalan di tanah keluarga Pak Wahid,” ujar Kusnan, sang penemu, Kamis (14/4/2011).</p>
<p>Beberapa benda purbakala dan bersejarah itu terbuat dari tembaga atau sejenis kuningan, diantaranya lima buah cemeti kecil, 4 buah keris kecil, 12 buah patung ecil, dua koin besar bertuliskan huruf Palawa, Patung Kerbau dan sekarung uang kuno, yang kini dsimpan oleh pemilik rumah..</p>
<p>Ditemui dirumahnya, Wahid mengatakan tidak berniat akan menjual benda temuan Kusnan itu. Ia hanya menyimpannya menjadi satu dalam sebuah kotak kecil bekas biskuit. Sebelumnya, keluarganya juga sempat menemukan sejenis nampan dari keramik disekitar tempat tinggalnya.</p>
<p>Nampan yang ditemukan, pada bagian atas berwarna hijau muda bergambar dua ikan dan kondisinya masih utuh. “Benda-benda itu tidak akan saya jual,” ungkapnya.</p>
<p>Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disbudperpora), Johan Perwiranto, peninggalan bersejarah itu kemungkinan besar berasal dari kerajaan Majapahit. Kesimpulan sementara itu diperoleh setelah melihat foto benda yang ditunjukkan. Ciri-ciri khusus itu diantaranya, ornamen bunga Wijayakusuma dan lain sebagainya. “Untuk memastikannya, hari Sabtu (16/4) saya akan ke lokasi,” katanya.</p>
<p>Keyakinan Johan bukan tanpa alasan. Sebab, berdasarkan lokasi penemuan, berdekatan dengan Desa Tremas. Selama in,i Desa Tremas merupakan situs sejarah, karena diwilayahnya pernah ditemukan benda peninggalan masa Hindu dan Budha, berupa Batu Kenong dan Lingga Yoni.</p>
<p>“Keberadaan dua benda itu bisa dijadikan penanda tempat tersebut dahulu kala merupakan tempat peribadatan. Terlebih pada masa itu, biasanya umat Hindu membangun tempat peribadatan dekat dengan aliran sungai. Hanya saja, untuk memastikannya kita akan berupaya mendatangkan tim dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto,” tukas Johan.</p>
<p>Selain di wilayah Kecamatan Arjosari, benda-benda semacam itu juga pernah ditemukan di Watukuro, Desa Watupatok, Kecamatan Bandar serta ditemukannya perlengkapan prajurit kerajaan di beberapa wilayah Pacitan barat. “Kalau ditemukan di Jatimalang cukup logis, karena dekat dengan Tremas,” tandas Johan. <em>(jbc15/jbc2)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalberita.com/2011/04/gali-tanah-temukan-benda-peninggalan-majapahit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TPA Segawe Gunakan Sistem Semi Santari Landfield</title>
		<link>http://jurnalberita.com/2011/04/tpa-segawe-gunakan-sistem-semi-santari-landfield/</link>
		<comments>http://jurnalberita.com/2011/04/tpa-segawe-gunakan-sistem-semi-santari-landfield/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 15:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kulonan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Tulunggung]]></category>
		<category><![CDATA[M. Fathoni]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tempat Pembuangan Akhir]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Segawe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalberita.com/?p=9013</guid>
		<description><![CDATA[TULUNGAGUNG (Jurnalberita.com) &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menerapkan  sistem pengolahan sampah Semi Sanitari Landfield di tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Segawe, Kecamatan Pagerwojo. Hal itu merupakan upaya Pemkab Tulungagung... <a class="meta-more" href="http://jurnalberita.com/2011/04/tpa-segawe-gunakan-sistem-semi-santari-landfield/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong></p>
<div id="attachment_9014" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a href="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/04/sampah.jpg"><img class="size-full wp-image-9014" src="http://jurnalberita.com/wp-content/uploads/2011/04/sampah.jpg" alt="" width="250" height="283" /></a><p class="wp-caption-text">foto : Ilustrasi / Istimewa</p></div>
<p>TULUNGAGUNG (Jurnalberita.com)</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menerapkan  sistem pengolahan sampah Semi Sanitari Landfield di tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Segawe, Kecamatan Pagerwojo.</p>
<p>Hal itu merupakan upaya Pemkab Tulungagung agar sampah yang menumpuk cepat terurai. Sistem ini dlakukan dengan cara pembuangan sampah dengan penumpukan serta dtutup menggnakan tanah dengan ketnggian yang sudah ditentukan.</p>
<p>“Sistem ini yang kita terapkan dan dianjurkan oleh pemerintah dalam melakukan pengolahan sampah di TPA,” kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Tulunggung, M. Fathoni, SE MSi, diruang kerjanya Kamis, 14/04/2011.</p>
<p>Dijelaskan oleh Fatoni,  penggunaan sistem ini akan membuat sampah yang menumpuk di TPA Segawe cepat terurai menjadi tanah. Fatoni juga mengatakan, sistem ini tetap dilakukan meski di TPA Segawe memiliki fasilitas yang lengkap.</p>
<p>Di TPA, yang mempunyai lahan dengan luas 5,5 Hektar, dalam mengolah limbah sampah didukung berbagai fasilitas, yaitu alat kontrol truk pemuat sampah, berupa alat timbang, bak penampungan limbah cair, tempat penampungan  sampah yang dipisahkan dengan sel – sel (pembuangan sampah dengan lokasi tertentu ), rumah komposing atau tempat pembuatan kompos, rumah pemanfaatn gas metan, serta  beberapa peralatan berat, seperti traktor, eskavator dan buldoser.</p>
<p>Di tempat inilah, sampah warga Kabupaten Tulungagung dikumpulkan. Dalam sehari, tak kurang dari 40 truk atau sekitar 140 m3 sampah, baik sampah kering maupun basah, diolah. <em>(jbc/jbc2) </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalberita.com/2011/04/tpa-segawe-gunakan-sistem-semi-santari-landfield/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
