Hensat : SYL Menghadap Presiden, Sinyal Kuat Terkait Lapor Dugaan Pemerasan yang Menimpa Dirinya

Berita124 Dilihat

INDOPOS.CO.ID – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menduga pertemuan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dengan presiden Jokowi pada Minggu (8/10/2023) kemarin bagian dari upaya laporan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Meski SYL sendiri mengaku pertemuan dengan presiden hanya membahas kinerja selama dirinya menjadi menteri pertanian.

“Saya menduga pembicaraan tidak hanya membahas kinerja selama menjadi menteri dan kasus yang mengabarkan dirinya telah menjadi tersangka komisi anti rasuah, tapi terkait dugaan pemerasan dirinya oleh pimpinan KPK,” kata pria yang akrab disapa Hensat ini dalam keterangannya kepada indopos.co.id, Senin (9/10/2023).

Ia pun melanjutkan pernyataannya bahwa kasus SYL ini harus transparan. “Jangan ada yang ditutupi. Siapapun yang terlibat atau ada unsur lainnya (pemerasan) harus dibuk ke publik,” tandasnya menambahkan.

Sebelumnya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri membenarkan dirinya pernah bertemu dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di sebuah lapangan bulutangkis berdasarkan foto yang beredar luas di masyarakat.

Firli menyebutkan pertemuan itu dilakukan pada 2 Maret 2022, sedangkan penyelidikan kasus SYL di KPK dilakukan pada Januari 2023. Sehingga ia beranggapan dirinya tidak melanggar aturan KPK.

Sebelum bertemu dengan presiden, SYL telah mengajukan surat pengunduran diri yang telah diserahkan ke mensesneg Pratikno. Ia mengajukan pamit berdasarkan arahan ketua umum partai NasDem Surya Paloh. (dil)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Korban Tewas Kebakaran di Hawaii Jadi 96 Orang, Penyelidik Independen Curigai Perusahaan Listrik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *