Pasca Kebakaran TPA Rawa Kucing, Masyarakat Kota Tangerang Diimbau Kurangi Sampah

Berita126 Dilihat

INDOPOS.CO.ID – Penangangan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang masih berjalan hingga Kamis (26/10/2023). Progres penanganan kebakaran di TPA sudah menunjukkan kemajuan yang signifikan, meski masih menyisakan titik-titik asap di 20 persen lahan yang terbakar. Sebelumnya, tercatat 80 persen dari 34,8 hektare lahan TPA Rawa Kucing telah terbakar.

Saat awal kejadian, Jumat (20/10/2023) akses TPA Rawa Kucing cukup terbatas. Kondisi tersebut membuat pengangkutan sampah sedikit terbatas, walau jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang tetap berupaya melakukan pengangkutan sampah di pemukiman atau jalan protokol semaksimal mungkin.

Pengamat Lingkungan, Bambang Kurniawan mengatakan meskipun nantinya kebakaran di TPA Rawa Kucing bisa dipadamkan sepenuhnya, pengangkutan sampah di Kota Tangerang masih belum akan kembali seperti semula. Sehingga, diperlukan kesadaran dan tindakan nyata dari semua pihak, khususnya masyarakat untuk bisa mengurangi sampah dari rumah.

“Kejadian ini harus menjadi teguran keras bagi kita semua, untuk berkomitmen mengurangi sampah dari awal. Dan ini, harus dilakukan dari rumah kita semua tanpa terkecuali. Pemerintah pun harus terus mengedukasi warganya agar mengurangi sampah dan mengolah sampahnya secara mandiri,” ungkap Bambang, Kamis (26/10/2023).

Dia menjelaskan, pola tersebut bisa dilakukan seperti mengolah sampah makanan. Yakni, makan malam dan makan siang, yang bisa dibuat menjadi kompos. “Jangan semua sampah dibuang pakai plastik ke depan rumah,” tegasnya.

Bambang optimistis volume sampah yang diangkut truk ke TPA Rawa Kucing, akan berkurang jika pola itu komitmen dilakukan semua masyarakat dari rumahnya. Nantinya, sampah yang dibuang ke TPA Rawa Kucing pun hanya yang sifatnya residu atau sampah yang sudah tidak dapat diolah.

Baca Juga  Lebih Cinta Harta Dibanding Anaknya

“Masyarakat tolong kelola sampahnya sendiri jangan semua dibuang. Kalau itu dilakukan, maka volume truk yang datang ke TPA Rawa Kucing akan sedikit dan sifatnya hanya residu,” tutupnya. (dam)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *